usah menitis ke pipi
simpanlah segala rahsia
usah dicanang ke sana ke mari.
telanlah si airmata
walau pahit
biar duka beraja di dada
iman diperbaharui setiap detik.
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2014
(207)
-
▼
Nov 2014
(28)
- Puisi / sajak aku tidak layak ke sayembara kerana ...
- Laut Serasa
- Gagasan fikiran
- Alhamdulillah ...
- wahai sang Bidadari
- panorama di tepi pagar, di satu pagi yang terang-b...
- usaplah si airmata
- tiba-tiba
- kembali
- hasrat terpendam
- menangislah ...
- Tetap Mati
- Sehari dalam sejarah
- harapan ibu
- Penat dan agak mengantuk. Namun menggagahi diri u...
- sajak Laila Ain untuk mama
- Mengumpul puisi. Diperlukan hanya 45 buah puisi u...
- Hujan kembali membasahi bumi. Alhamdulillah. Bac...
- InsyaAllah aku akan teruskan permohonan untuk penu...
- Hari ini menu ikan tuna kari. Kemudian aku bergeg...
- Hari yang menyenangkan. Bersama suami dan anak-an...
- Alhamdulillah. Apabila Allah menetapkan ia untuk ...
- "Kalau Adik masuk madrasah, Abang Hidayat masuk ma...
- Hari ini aku bersungguh-sungguh memperbaiki cerpen...
- Rindu Berdosa - cerpen untuk Pertandingan Penulisa...
- Dari Abdullah bin umar r.huma meriwayatkan,Rasulul...
- Wahai Binti Ramlah
- Pagi ini aku rush pelajar untuk gotong-royong. Ti...
-
▼
Nov 2014
(28)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

No comments:
Post a Comment