Hujan kembali membasahi bumi. Alhamdulillah. Baca doa hujan.
Kadang kala sangat laju mengabarkan rahsia diri. Ia terjadi sebegitu tanpa disekat-sekat. Apabila Allah mengizinkan ia disampaikan. Hanya mungkin yang menerimanya akan terkujat.
Bukan di ruang sembang yang caca marba itu. Semua sudah ada di situ. Mengadu di situ. Maki hamun di situ. Nada insaf juga ada di situ. Yang suci berselang dengan yang ...
Kumpulan sayang haiwan pun jadi tempat orang meluahkan suara hati. Yang baik bercampur aduk dengan yang ... Yang tulus bercampur baur dengan yang ...
My dear friend.
Mungkin dia sangat sibuk ikram ahli keluarga. Tetapi masalahnya, aku baru sahaja memberitahu dia sesuatu, yang mungkin membuatkan dia bergegar jantungnya. Dan dia sangat sibuk untuk segera memberi respon, seperti aku juga selalu sibuk dengan urusanku, sehingga aku kerap kali tidak memberi respon segera kepada bicaranya. Hanya kali ini aku terasa tidak sabar menanti balasan jawapannya.
Namun, dia memang selalu menakjubkan.
Dia akan berbasa-basi sambil lewa. Tiada yang serius untuk dibicarakan. Serta-merta membuatkan rasa lega.
Tetapi, selagi my dear friend nan seorang tidak berbicara, aku tetap diselubungi rasa "arghh ... bila saja dia nak menulis sesuatu sebagai balasan atau jawapan atau reaksi kepada apa yang telah aku khabarkan ...".
Sedang 'sesuatu' yang telah terpecah khabar itu, sesuatu yang tidak digemarinya berlaku pada suatu waktu.
#hanyabermainbahasa
* memasang azam untuk seterusnya. Azam untuk membaiki diri.
Ada banyak perkara sedang terjadi. Di luar diri dan di dalam diri. Di luar rumah dan di dalam rumah. Sentiasa ada sesuatu yang berlaku. Semoga husnul khotimah dan beroleh hidayatNya, aameeen.
* tak baik untuk makan ketika tidak terasa lapar.
* tak elok untuk menulis ketika tidak ada rasa nak menulis.
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2014
(207)
-
▼
Nov 2014
(28)
- Puisi / sajak aku tidak layak ke sayembara kerana ...
- Laut Serasa
- Gagasan fikiran
- Alhamdulillah ...
- wahai sang Bidadari
- panorama di tepi pagar, di satu pagi yang terang-b...
- usaplah si airmata
- tiba-tiba
- kembali
- hasrat terpendam
- menangislah ...
- Tetap Mati
- Sehari dalam sejarah
- harapan ibu
- Penat dan agak mengantuk. Namun menggagahi diri u...
- sajak Laila Ain untuk mama
- Mengumpul puisi. Diperlukan hanya 45 buah puisi u...
- Hujan kembali membasahi bumi. Alhamdulillah. Bac...
- InsyaAllah aku akan teruskan permohonan untuk penu...
- Hari ini menu ikan tuna kari. Kemudian aku bergeg...
- Hari yang menyenangkan. Bersama suami dan anak-an...
- Alhamdulillah. Apabila Allah menetapkan ia untuk ...
- "Kalau Adik masuk madrasah, Abang Hidayat masuk ma...
- Hari ini aku bersungguh-sungguh memperbaiki cerpen...
- Rindu Berdosa - cerpen untuk Pertandingan Penulisa...
- Dari Abdullah bin umar r.huma meriwayatkan,Rasulul...
- Wahai Binti Ramlah
- Pagi ini aku rush pelajar untuk gotong-royong. Ti...
-
▼
Nov 2014
(28)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

No comments:
Post a Comment