InsyaAllah aku akan teruskan permohonan untuk penukaran nama binti itu. Niatku semata-mata untuk mendapatkan redho Allah. Aku kembali risau. Risau membayang-bayangkan keadaan aku menggeletar di hadapan Rabbul Jalil di padang yang luas tanpa perlindungan, berhimpit-himpit dan tenggelam dalam peluh yang mengalir. Darah, nanah, matahari sejengkal di atas ubun-ubun, nauzubillahiminzalik.
Kadang-kadang, tiba-tiba, rasa ngeri sebegini muncul tak dijangka.
Aku ajukan soalan agak berjela tentang permasalahan nama ini kepada seseorang yang mengepalai sebuah madrasah besar tetapi belum beroleh jawapan. Jawapan yang aku harapkan akan memudahkan pekerjaanku dan menyenangkan hatiku dan berpihak kepada diriku. Aku masih tertunggu-tunggu.
Sebenarnya jawapan sudah lama ada. Hanya aku yang tidak mahu memperhatikannya. Jawapan dari hadratNYA.
Selainnya, tentang daki-daki dunia.
* menulis dalam keadaan hati tidak senang dan tenang, seumpama mencatat sesuatu di atas kapal layar di permukaan Lautan Hindi yang bergelombang. Atau melukis sekuntum bunga ketika sedang duduk dalam roaler-coaster yang sedang meluncur laju dalam tiga minitnya. Atau mewarna lakaran pelangi ketika sedang meniti tali antara dua jurang yang dalam. Atau seperti sedang membaca surah Yassin di sisi jenazah, bersendirian, di tengah malam, dan tiba-tiba lampu black-out, dan tiba-tiba ada aroma harum muncul perlahan-lahan, dan ...
Stop.
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2014
(207)
-
▼
Nov 2014
(28)
- Puisi / sajak aku tidak layak ke sayembara kerana ...
- Laut Serasa
- Gagasan fikiran
- Alhamdulillah ...
- wahai sang Bidadari
- panorama di tepi pagar, di satu pagi yang terang-b...
- usaplah si airmata
- tiba-tiba
- kembali
- hasrat terpendam
- menangislah ...
- Tetap Mati
- Sehari dalam sejarah
- harapan ibu
- Penat dan agak mengantuk. Namun menggagahi diri u...
- sajak Laila Ain untuk mama
- Mengumpul puisi. Diperlukan hanya 45 buah puisi u...
- Hujan kembali membasahi bumi. Alhamdulillah. Bac...
- InsyaAllah aku akan teruskan permohonan untuk penu...
- Hari ini menu ikan tuna kari. Kemudian aku bergeg...
- Hari yang menyenangkan. Bersama suami dan anak-an...
- Alhamdulillah. Apabila Allah menetapkan ia untuk ...
- "Kalau Adik masuk madrasah, Abang Hidayat masuk ma...
- Hari ini aku bersungguh-sungguh memperbaiki cerpen...
- Rindu Berdosa - cerpen untuk Pertandingan Penulisa...
- Dari Abdullah bin umar r.huma meriwayatkan,Rasulul...
- Wahai Binti Ramlah
- Pagi ini aku rush pelajar untuk gotong-royong. Ti...
-
▼
Nov 2014
(28)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

2 comments:
salams maz,
dtg sini melawat maz:)
salam kembali Mieja :D
Post a Comment