Mengumpul puisi. Diperlukan hanya 45 buah puisi untuk kelayakan bertanding di sayembara. Maka semua yang ada disiapkan untuk mencapai jumlah diperlukan. Tajuk dicatatkan. Nah rupanya sudah hampir 100 puisi yang ada.
Tetapi perlu ditapis dengan cermat. Tidak pernah mempelajari kaedah menulis puisi.
Ia adalah garapan sang suami semenjak remaja.
Dan milik aku, selalu timbul sendiri ketika sangat beremosi. Bagaimana ia terjadi, tidak dirancang. Semua dengan izin Allah belaka. Cuma terasa lebih ringkas mencatat puisi dengan makna tersendiri yang sarat erti. Lebih baik begitu kadang-kadangnya, berbanding mencatat luahan perasaan di diari.
* tidak suka hendak membaca semula catatan semasa usia remaja yang masih ada tersimpan. Harus disembunyikan dengan sebaiknya supaya tidak jatuh ke tangan sesiapa apatah lagi ke tangan anak-anak. Mencari masa untuk dihapuskan, walaupun tidak dibenarkan. Tiada guna menyimpan masa silam melainkan untuk dijadikan pengajaran.
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2014
(207)
-
▼
Nov 2014
(28)
- Puisi / sajak aku tidak layak ke sayembara kerana ...
- Laut Serasa
- Gagasan fikiran
- Alhamdulillah ...
- wahai sang Bidadari
- panorama di tepi pagar, di satu pagi yang terang-b...
- usaplah si airmata
- tiba-tiba
- kembali
- hasrat terpendam
- menangislah ...
- Tetap Mati
- Sehari dalam sejarah
- harapan ibu
- Penat dan agak mengantuk. Namun menggagahi diri u...
- sajak Laila Ain untuk mama
- Mengumpul puisi. Diperlukan hanya 45 buah puisi u...
- Hujan kembali membasahi bumi. Alhamdulillah. Bac...
- InsyaAllah aku akan teruskan permohonan untuk penu...
- Hari ini menu ikan tuna kari. Kemudian aku bergeg...
- Hari yang menyenangkan. Bersama suami dan anak-an...
- Alhamdulillah. Apabila Allah menetapkan ia untuk ...
- "Kalau Adik masuk madrasah, Abang Hidayat masuk ma...
- Hari ini aku bersungguh-sungguh memperbaiki cerpen...
- Rindu Berdosa - cerpen untuk Pertandingan Penulisa...
- Dari Abdullah bin umar r.huma meriwayatkan,Rasulul...
- Wahai Binti Ramlah
- Pagi ini aku rush pelajar untuk gotong-royong. Ti...
-
▼
Nov 2014
(28)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

No comments:
Post a Comment