langkah kaki yang diatur
di atas aspal berapi
teruskan sahaja
dan tabahkan hati
usah gentar
bahawa sujud dahi di bumi
itulah senjata
dan rintihan di malam hari
adalah bunga dan wangian para wali
telah kau atur jambangan kuntum mutiara
di dalam pelita berkaca
itulah rangkaian bicara
yang diangkat para malaikat
ke hadratNya
usah gentar
perjuangan akan diteruskan
walau tanpa wajah
tiada suara
tiada apa-apa
bahawa hati itu tempat komunikasi
bicara ia pada Illahi
bergabung ia di tempat yang tinggi
bertemu ia di alam para nabi
berkasih ia calon bidadari
dengan berkat baginda Rasululllah Sallallahualaihiwassalam
semoga dimakbulkan.
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2014
(207)
-
▼
Feb 2014
(22)
- cantas lagi
- setelah 5 bulan
- Menyembunyikan Munawwarah
- pekerjaan syaitan
- Doakanku dalam sujudmu
- Momentum yang telah menghalang
- Bengkel kedua
- Apabila Bersedih
- Janganlah kamu berdukacita
- ITU TANDA BENCI
- menulis dengan airmata
- Sebenarnya hidayah Allah memang mahal
- Tidak Mengapa
- mimpi manis
- Ujian kesakitan
- Terima je
- Tutup buku
- Membaca
- Kisah Terindah
- Usah Gentar
- Ketika Pulang
- Malu! Malu! Maluuuu!
-
▼
Feb 2014
(22)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing


No comments:
Post a Comment