Satu ketika
dalam perjalanan ini
melintasi cabang-cabang persimpangan
dan kita melepasinya begitu sahaja.
Melangkah beriringan
berpaut tangan
jari-jemari disatukan
kita adalah insan yang penuh harapan.
Sebenarnya
kita tiada kuasa
walau sepicing walau sehama
hanya kita ada hati yang selalu berbicara.
DIA-lah yang Maha Kuasa
DIA jua yang benar-benar tahu
apa yang rapi tersembunyi
dan hati yang selalu tanpa suara
DIA-lah jua yang memberi izin untuk berkata.
Ketika pulang
matahari telah lama tenggelam
rembulan pun entah di mana menghilang
puing-puing gembira berteraburan
diinjak-injak jejak keegoan.
Insaflah wahai diri
bahawa hari ini akan pergi
esok hanyalah impian
semalam adalah kenangan
semuanya adalah cebisan waktu
yang akan ditanyakan dalam perhimpunan terakhir
di sebuah padang yang tandus.
Apakah yang dicari ~
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2014
(207)
-
▼
Feb 2014
(22)
- cantas lagi
- setelah 5 bulan
- Menyembunyikan Munawwarah
- pekerjaan syaitan
- Doakanku dalam sujudmu
- Momentum yang telah menghalang
- Bengkel kedua
- Apabila Bersedih
- Janganlah kamu berdukacita
- ITU TANDA BENCI
- menulis dengan airmata
- Sebenarnya hidayah Allah memang mahal
- Tidak Mengapa
- mimpi manis
- Ujian kesakitan
- Terima je
- Tutup buku
- Membaca
- Kisah Terindah
- Usah Gentar
- Ketika Pulang
- Malu! Malu! Maluuuu!
-
▼
Feb 2014
(22)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

No comments:
Post a Comment