Tiba-tiba aku terjaga lalu bingkas bangun. Kucapai telefon bimbit untuk melihat waktu. 5.45 pagi! Aku termangu. Walaupun terlambat tetapi belum terlewat. Aku bergegas ke dapur dan mengambil segelas air masak membawa semula ke dalam bilik. Aku kejutkan suami dan anak-anak untuk meneguk air yang kubawa. Mudah-mudahan diberkati seteguk air ini sebagai sahur pada pagi ini.
Semua anak-anak menumpang tidur di bilik kami. Ada penghawa dingin. Cuaca siang semalam yang panas terik menyimpan bahang sehingga ke malam. Hanessa yang terlelap lebih awal berpeluh tubuhnya walaupun tidak berselimut. Tetapi untuk mengelakkan kedinginan di dalam tidur, kututup tubuh anak-anak dengan comforter. Memang enak dan nyaman, sehingga tangan menutup alarm yang berbunyi untuk bersahur pagi ini...
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2009
(262)
-
▼
Sep 2009
(31)
- Abang Berfikir
- Mimpi Naqib
- Kerjasama
- Kembara di Aidilfitri
- Balik Kampung
- Ayam dan Aku
- Si Cici
- Pakaian terpakai dan janji Tuhan
- Soleha
- Madrasah Miftahul Ulum - Selamat Datang
- Biskut Suji
- Madrasah Al Masriyah
- Qiamullail pertama di surau
- Terima Kasih Kakak
- Perangai Bergantung Kepada Diri Sendiri
- Ramadhan ke-22
- Cerpen diterbitkan November
- Bersahur seteguk air
- Tidur lewat
- Sayur Kacang Parang
- Kad Raya
- Naqib belajar berniaga
- Mohon Maaf
- Di mana Wak sekarang?
- Musibah di Ramadhan
- Cerita Satu Impian - Haslisa Ramli
- Hidangan petang ini
- Naqib bercuti panjang
- Naqib demam
- Lelaki yang suka buat action
-
▼
Sep 2009
(31)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

No comments:
Post a Comment