aku baru berumur 17 tahun, kata orang puteh, 'sweet seventeen'. Usia begini, pemikiran belum matang sangat, apatah lagi aku memang dimanjakan mak abah. Bab masak-memasak tersangatlah kurangnya, demikian juga hal kemas-mengemas rumah. Masak magge dan kemas bilik je boleh la. Sehinggalah pada suatu hari, mak menyuruh aku masak sup sawi campur sohon. "Oo, sonang jo" getus hatiku. Aku pun mula memotong bawang dan menumbuknya dengan ikan bilis. Kemudian aku teringat sohon dan mula mencari di merata-rata dapur tapi tak jumpa. Mula la aku terjerit-jerit memanggil mak menanyakan sohon. Mak bukan nak datang tunjuk tapi hanya suaranya saja yang sampai menyuruh aku mencari di celah-celah barang dapur. Setelah puas mencari, akhirnya jumpa jugak. Mudah je tempatnya, kat tepi peti ais. Aku rendam sekejap sohon dan mula memanaskan minyak untuk menumis bahan yang ditumbuk tadi. "Uhmm..sodapnyo bau eh..'' Baunya sungguh harum, kemudian aku letak secawan air dan biarkan mendidih. Masukkan batang sawi dulu, diikuti daun sawi dan akhir sekali masukkan sohon dan garam secukup rasa. Setelah siap, aku pindahkan sup sawi dari dalam periuk ke dalam mangkuk lantas aku masukkan ke bawah tudung saji di atas meja dapur. Cepat2 aku beredar ke dalam bilik khuatir kena suruh macam2 lagi. Tiba-tiba, dalam 20 minit kemudian, kedengaran suara mak dan abah riuh di dapur. Nama aku dipanggil 'mengadap'. "Ah, amenda lagi la..''. ''Meh sini Intan..lauk apo ekau masak ni..apo bondo eh ni..''tanya mak marah-marah. Kah kah kah, nak tau amenda? Mata aku melihat lauk sup sawi terletak cantik di atas pinggan mengikut bentuk mangkuk yang aku gunakan tadi..laa..rupa-rupanya sup dah jadi agar-agar!!! Sohon yang aku sangkakan tu sebenarnya agar-agar yang mak beli untuk dibuat kuih lengkong. Aku tak jadi nak merajuk tapi ketawa sekuat-kuatnya hingga keluar airmata. Abah pun tergelak besar jadinya. Hanya mak je yang marah-marah tapi rasa-rasanya menahan tawa jugak dalam hati. Moral - carilah bakal suami yang pandai memasak dan belajar dengan dia ye...macam saya.
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2009
(262)
-
▼
May 2009
(48)
- Santai je dia...
- Seorang Penulis itu... (2)
- Seorang Penulis itu...
- HALA TUJU
- Bakat Terpendam
- Mengantuknyaaaaa!!!!!!!!...
- Sakit Mata Merah
- Rama-Rama
- Kifarah Dosa
- Dia dan matanya
- Kes Pecah Rumah Lagi
- Sebuah Kebebasan
- Selamat Ulangtahun Pernikahan ke-14
- Surah At-Taubah (104) maksudnya: ''Tidaklah merek...
- Semalam, mata kanan itu rasa berpasir. Hari ini, m...
- Boleh, Insya Allah!
- Hari Itu Dia Lahir
- Napa?
- Mendung semalam
- Masih aku teringat
- Salah group la!
- Join group penulis
- Nak ke mana, kamu?
- Dayat sakit mata
- Dayat kena rotan
- Restu Mertua
- Hidayat
- Hari Ibu
- Tekanan
- diary hari ini
- Tukar nama bapa angkat
- Anion Tuala Wanita
- Puteri Kecil
- Bayi
- Petua : Rambut kekal hitam
- Selamat Hari Ibu, Mak!
- Ketawa
- Agar-agar sawi
- Tengkiu for welkam!!
- Sup ThurSun
- Selamat Datang
- Petua : Mengatasi Sembelit
- Sakitnya Sembelit
- Selamat Selalu untuk Shahamin
- Aku Seorang Penulis?
- Perkhidmatan Pelanggan
- Keliwon
- Rangka
-
▼
May 2009
(48)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

No comments:
Post a Comment