Saya telah selesai membaca buku ini. Memang menarik! Saya terbayang-bayang suasana mengikut jalan ceritanya dan terfikir-fikir sama ada ia benar-benar berlaku di alam nyata. Saya rasa nak ulang semula membacanya tetapi kekangan masa tidak memungkinkan saya melakukannya.
Pencarian buku seterusnya menemukan saya dengan sebuah lagi buku penulis ini, Zehann Ur Rekhie, iaitu Gapura. Ringkasan di muka belakang tidak memuaskan hati jadi saya imbas sepintas lalu secara menyongsang, ternyata ia tidak mengecewakan. Mudah-mudahan...
Saya berharap akan menemui lebih banyak lagi buku beliau, dan berharap dapat mengenali penulisnya. Malang, tidak ada biodata seperti Faisal Tehrani lakukan di dalam novelnya. Saya bertemu dengan dua buah buku Faisal Tehrani setelah leher saya sakit membelek deretan novel di perpustakaan desa, hanya ada dua saja, iaitu Bila Tuhan Berbicara dan Surat-Surat Perempuan Johor.
Apabila hati bersuara, ia adalah bisikan paling halus dari sudut hati yang paling tersembunyi. Tiada sesiapa mengetahui melainkan Allah Taala yang Maha Seni. Lalu hanya kepada Allah aku berserah diri. Ya Allah, kurniakan daku takdir yang baik di dunia ini dan takdir yang baik juga di akhirat nanti. اللهحم امين
Bismillah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search This Blog
Blog Archive
-
▼
2009
(262)
-
▼
Jul 2009
(20)
- Anakku Sayang
- Undur Dulu
- Allah Maha Pemelihara
- Salam Buat Along Naqib di Madrasah
- Brunei mari...
- Nisa Irdina dapat hadiah
- PJAC - sesi belajar pertama
- Bacalah Anakku
- Sewaktu Azan Mendayu-dayu
- Awas dengan Kod E
- Perempuan Tua dan Lembu Tua
- Secawan kopi daripada guru
- Ijtimak
- Menulis cerpen
- Rahsia Agenda Alam Hitam
- Anak Benih Suku Mungkal Cucu Siamang Gagap
- Utusan Malaysia 6 Julai 2009
- Rahsia Agenda Alam Hitam
- Maafkan saya, Cinta.
- Menu dah Siap
-
▼
Jul 2009
(20)
Terima kasih :)
utamakan Bahasa Melayu
Pantai Lumut
Pantai Mersing

No comments:
Post a Comment