Hadith


Beramal dan Menyampaikan


Random Hadith Widget

Bismillah

Bismillah

Tuesday, November 11, 2014

Hari ini menu ikan tuna kari.  Kemudian aku bergegas ke pasaraya terhampir bersama seorang pelajar uzur, Ika, bukan nama sebenar.  Selesai urusan, bergegas balik dan mula menyiapkan adunan untuk menggoreng kacang buncis dengan rempah serbuk gorengan ayam special jenama ADABI.  

* tak penting untuk diteruskan tulisan yang terhenti petang tadi tu.  Apa yang nak aku kongsikan malam ini sekarang dari pos dalam grup masturat Jalan Kebun ini jauh lebih besar maknanya untuk direnung dan difikirkan.  Semoga jadi asbab hidayat.  InsyaAllah. 11.54PM.

Diedit sedikit untuk mencantikkan persembahan bahasanya.  

Penting untuk dibaca sebagai peringatan buat kita semua. InsyaAllah.


Imam Masjidil Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah jum’at beliau berkata :

"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whatsapp, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupan ???

Bacalah !

Peringatan penting !!!

Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan, kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah. Kita telah menjadi penyembah-penyembah Whatsapp, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.

Kenapa hati kita mengeras !!!

Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian-kejadian yang di share di Whatshapp. Hati kita kini mempunyai kebiasaan, yang tak lagi takut pada suatu pun. Oleh karenanya hati mengeras bagai batu.

Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan !!!

Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whatsapp saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari, namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam kita.

Kenapa kita sangat sering mengghibah manusia, padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun !!!

Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibahan terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup-grup yang kita punya, dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.

Sangat disayangkan, kita telah menjadi para pecandu..!

Kita makan, handpone ada ditangan kiri kita...
Kita duduk-duduk bersama teman-teman, HP ada di genggaman...
Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone ada di tangan pula...
Sedang menyetir, HP juga ada di tangan...
Sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handp
hone...

Dan masih banyak lagi...

Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal, betapa kita merasa sangat kehilangan. Andai perasaan seperti itu ada juga pada "shalat dan tilawatul Qur'an kita"...

Adakah dari kita yang mengingkari hal ini ?
Dan siapa juga yang tidak mendapatkan perubahan negatif di kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada hidupnya dan setelah ia menjadi pecandu ?

Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur ? Apakah HP ???

Mari kita sama kembali pada Allah, jangan sampai ada hal yang menyibukkan kita dari dien kita, kita tak tahu berapakah sisa umur kita..!

Allah berfirman:

(وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا)

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” [Qs.Thoha : 124].

Kirim pada teman-teman anda...
Percayalah padaku, kalau kebanyakan manusia dalam keadaan lalai tentang hal ini...
Jangan anda sembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu...

Apakah kita salah satu pecandu itu ?
Wal 'iyaadzubillaah...

Astaghfirulloh...

Semoga handphone yang kita miliki adalah wasiilah untuk kebaikan dan bukan wasiilah dalam keburukan...


Maaflah, aku hanya mampu edit rangkap ayat pembukaan sahaja.  Selebihnya editlah sendiri semasa membaca, yang penting dapat faham.  Semoga Allah beri kita faham dan jadi asbab hidayat untuk diri dan seluruh alam.  Ini bukan isu main-main sekadar viral.  Aku terkenangkan kakak nan seorang itu.  Semoga Allah meneguhkan hatinya yang waja untuk terus bertahan dari gelombang ini semua, dan aku juga, dan anda semua juga. 

** KALAM AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ**

"jadikanlah televisi, handphone, internet dan alat - alat lainya sebagai
pelayan dan pembantu untuk agamamu, jika tidak alat- alat itu akan menghancurkan dirimu sedangkan engkau akan tertawa karena tidak menyadarinya, ia akan merusak hatimu, akalmu, akhlakmu, dan fikiranmu,tanpa engkau menyadarinya, engkau tertawa bahagia padahal alat-alat itu telah merusak hal-hal paling berharga yg kau miliki."

2 comments:

AMIIZAA said...

salams singgah ptg maz:)

NaqHuHiNes said...

salam kembali Mieja. Salam pagi Rabu :D

Search This Blog

Blog Archive

Rakan Blog

Pakaian Muslimah

cinta hingga Firdaus

Lilypie Angel and Memorial tickers

Terima kasih :)

Follow by Email

utamakan Bahasa Melayu

utamakan Bahasa Melayu

Pantai Lumut

Pantai Lumut

Pantai Mersing

Pantai Mersing