Hadith


Beramal dan Menyampaikan


Random Hadith Widget

Bismillah

Bismillah

Saturday, May 29, 2010

Mentari merah di ufuk barat


Semakin hari semakin terusik dengan pemandangan matahari tenggelam di laut Lumut.  Semenjak anak-anak mula bersekolah, rutin harian agak padat hingga seakan terlupa dengan pinggir laut yang menggamit dalam diam.  Akhirnya kami kembali meninggalkan jejak-jejak bersimpang siur di pasir halus waktu air surut, sekembali dari sesi sekolah petang.   Anak-anak dengan masih menyarung uniform dan kasut hitam, berlari-lari riang umpama baru beroleh kebebasan dari kepungan dinding batu tatkala menyorot pandangan guru yang lembut berhemah menyampaikan ilmu.  

Terasa sungguh bebas, lapang dan amat menyenangkan tatkala menebarkan pandangan saujana mata dapat memandang ke garisan di penghujung lautan, dan anak telinga menangkap desiran ombak yang menampar pantai beralun lemah-lembut umpama sebuah irama yang semulajadi bersatu dengan degupan jantung mendamaikan jiwa.  Kelihatan dari kejauhan kapal-kapal yang halus beroleng-oleng di buai air laut yang hijau biru.

Memandang ke langit, begitu indah lukisan alam langit petang dengan gumpalan awan berlonggok-longgok dan berserakan, serasa dapat dicapai tangan namun hakikatnya jauh hanya dapat memandang.  
Kian waktu berlalu, kian mentari ingin bersembunyi, kian merah lembayung senja menebarkan cahaya merah kuning oren, yang kadangkala menjulur keluar meninjau dari sebalik awan seperti seorang perawan yang menjeling menyimpan dendam penuh keriangan.

Pasti, lembayung senja di Lumut tidak akan dilupakan.  Itulah anugerah Maha Pencipta yang melakarkan alam seindah-indahnya buat tatapan orang-orang yang suka menikmatinya; maka bayangkan di 'sana', yang pasirnya dari intan permata, perumahannya dari mutiara berongga, udaranya harum menawan sukma; bagaimanakah orang-orangnya, segala yang tak terbayang dek fikiran, tak terdengar dek telinga, tak terpandang dek mata, tidak oleh segala pancaindera.  Dan yang paling nikmat mengatasi segala nikmat yang tak terungkap, ialah memandang kepadaNya.  

Apabila memandang alam, pandanglah dengan hati dan pautkan kecintaan yang dalam kepadaNya.  Semoga kenikmatan mata ditambah dengan kenikmatan jiwa, ditambah dengan kenikmatan iman buat membina rohani menyantuni kehidupan sementara dengan sewajarnya, insyaAllah.

No comments:

Search This Blog

Blog Archive

Rakan Blog

Pakaian Muslimah

cinta hingga Firdaus

Lilypie Angel and Memorial tickers

Terima kasih :)

Follow by Email

utamakan Bahasa Melayu

utamakan Bahasa Melayu

Pantai Lumut

Pantai Lumut

Pantai Mersing

Pantai Mersing